Aksara Jawa whats new
WHATS NEW

Experiencing the warmth of Yogyakarta culture inside and outside with us.

Meresapi Makna Sajian Tumpeng: Meditasi Rasa dari Relung Serat Centhini

Meresapi Makna Sajian Tumpeng dimulai dengan sebuah pertanyaan: Pernahkah Anda memandang tumpeng lebih dari sekadar hidangan pesta? Di balik gunungan nasi kuning, tersimpan sebuah peta sebuah undangan untuk “pulang” ke dalam damai. Dalam mahakarya sastra Serat Centhini, tumpeng bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol rasa syukur, harmoni antara manusia, alam, dan keselarasan manusia dengan Sang Pencipta.

Ditengah ritme hidup yang semakin cepat, banyak hal yang sering terlewat dan berlalu begitu saja. Sejenak mengambil jeda dari hiruk pikuk rutinitas untuk meresapi sajian tumpeng sebagai sarana meditasi visual dan rasa yang menuntun kita pada ketenangan. Dengan memahami setiap elemennya, kita belajar untuk hadir utuh di momen saat ini.

Alt image : Makna Sajian Tumpeng Dalam Perayaan

Filosofi Bagian Tumpeng: Peta Menuju Kedamaian

Dalam pandangan Serat Centhini, setiap elemen tumpeng adalah representasi semesta dan perjalanan manusia. Upaya meresapi makna sajian tumpeng mengajak kita menyelami: doa yang diwujudkan melalui bentuk, tata letak, pemilihan bahan baku dan segala kelengkapannya untuk disampaikan kepada penikmat hidangan tumpeng.

Bentuk Kerucut (Gunungan)

Melambangkan hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta. Gambaran tata laku manusia yang perlahan mengerucut menuju satu titik di puncak spiritualitas.

Nasi Kuning

Warna kuning melambangkan kemuliaan dan fajar harapan. Menikmati nasi ini adalah bentuk syukur atas kehidupan yang telah dimiliki dan terus berjalan hingga kemudian hari.

Ayam Ingkung

Ayam utuh yang dimasak dan diletakkan menyerupai bersujud melambangkan penyerahan diri yang menyeluruh. Adalah pengingat untuk melepaskan ego untuk melakukan kontrol dan menerima momen saat ini dengan rendah hati.

Ikan Asin (Gereh Petek)

Melambangkan kerukunan. Kesadaran penuh tidak hanya tentang diri sendiri, tapi juga harmoni dengan sesama makhluk.

Sayuran Urab (Kuluban)

Perpaduan kacang panjang (dimaknai sebagai: visi masa depan), bayam (ayem/ketenteraman), dan kangkung (jinangkung/perlindungan).

Telur Rebus Utuh

Simbol bahwa segala tindakan harus direncanakan dengan matang. Mengupas kulit telur adalah metafora mengupas lapisan demi lapisan pemahaman untuk menemukan inti jati diri.

Tatacara Menghidangkan Sajian

Sebuah langkah awal yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam rangkaian penyajian hidangan Tumpeng. Sebuah laku seni yang membutuhkan ketelitian dan mencerminkan kasih pada setiap prosesnya.

Penataan Melingkar, lauk pauk ditata melingkar di dasar tumpeng, melambangkan roda kehidupan yang berputar. Harmoni warna dan rasa seimbang, mencerminkan keseimbangan dalam diri manusia.

“Dalam sudut pandang tradisi, tumpeng tidak dipotong puncaknya karena puncak dimaknai sebagai milik Tuhan. Alih-alih memotong puncaknya, mulailah mengambil nasi dari bawah. Ini merupakan pesan yang mengajarkan kerendahan hati bahwa segala sesuatu dimulai dari proses, bukan selalu tentang hasil dipuncak.”

Menikmati Tumpeng dengan Mindful Eating

Membawa diri hadir secara utuh, adalah cara terbaik dalam Meresapi Makna Sajian Tumpeng. Panca indera: pengelihatan visual,  pengecap rasa, aroma, mendengarkan, dan menikmati setiap interaksi tubuh dengan hidangan di meja makan. Tidak hanya sekedar menikmati, sekaligus menjadi sarana meditatif dengan mengghadirkan diri dalam Mindful Eating:

Memperhatikan secara menyeluruh setiap bagian yang dihidangkan, menghirup hirup aroma khas setiap sajiannya. Suapan demi suapan, mengunyah perlahan, merasakan setiap tekstur yang bersentuhan dengan lidah. Setiap suapan mewakili rasa sekaligus pengingat akan kelimpahan dan pintu keberkahan yang lebih besar.

Melalui sajian tumpeng inilah sebagai salah satu sarana pengingat untuk kembali ke dalam hening, menemukan damai di tengah riuh dunia.

Pesan Sajian Tradisional Nusantara untuk Acara Keluarga dan Gathering Anda di Janur Restaurant & Bar 

Lengkapi momen spesial Anda dengan sajian khas Nusantara dari Janur Restaurant & Bar. Tersedia berbagai pilihan menu tradisional yang dapat dipesan sebagai hampers tumpeng, ayam bakar Klaten, ayam ingkung, hingga ayam balur kremes yang cocok untuk acara keluarga, syukuran, gathering, maupun hantaran istimewa dengan cita rasa autentik khas Indonesia. 

Buka 24 jam, Janur Restaurant & Bar menyajikan beragam pilihan menu lokal hingga internasional yang cocok dinikmati mulai dari sarapan sebelum menjelajahi kota hingga makan malam santai setelah seharian beraktivitas di Yogyakarta. Suasana hangat khas Yogyakarta, tepat di tengah Malioboro restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang nyaman kapan saja, ditemani pemandangan langsung ke kawasan Jalan Malioboro yang selalu hidup.

Jadikan momen bersantap Anda lebih istimewa bersama Malyabhara Hotel. Untuk informasi lebih lanjut dan berbagai penawaran menarik, ikuti Instagram @malyabharahotel dan TikTok @malyabhara.hotel, serta kunjungi website resmi www.malyabharahotel.com untuk pemesanan +62 857-1209-2828 dan detail lainnya.

Share the post:

OTHER WHATS NEW

Tempat wisata anak di Jogja Gembira Loka Zoo
Cari wisata anak di Jogja yang seru dan edukatif? Temukan 8 rekomendasi tempat wisata ramah keluarga ...
Cari spot foto Instagramable di Jogja? Berikut rekomendasi 6 spot foto menarik di sekitar Malioboro yang ...