Aksara Jawa whats new
WHATS NEW

Experiencing the warmth of Yogyakarta culture inside and outside with us.

Keliling Pasar Tradisional Jogja: Kisah Buruh Gendong di Pasar Beringharjo

Di balik ramainya Pasar Beringharjo, ada kisah buruh gendong yang setia membantu pengunjung. Simak peran dan keseharian mereka di sini.

Alt image: Pintu masuk selatan Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional yang terkenal akan keberagaman produk yang ditawarkan, mulai dari batik, kerajinan tangan, kuliner hingga kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Di balik ramainya aktivitas Pasar Beringharjo, terdapat buruh gendong atau kerap dikenal dengan panggilan “Mbok Gendong” yang setia menawarkan jasanya untuk membantu kelancaran kegiatan jual beli di pasar. Buruh Gendong hadir di setiap sudut Pasar Beringharjo, membawa berbagai barang belanjaan para pembeli maupun wisatawan hingga para pedagang di Pasar Beringharjo.

Profesi ini sudah ada sejak tahun 1990-an dan tetap bertahan hingga kini. Buruh gendong juga tergabung dalam paguyuban yang mengelola penyediaan jasa angkut barang di dalam pasar. Di Pasar Beringharjo, paguyuban buruh gendong atau sentong endong-endong disebut sebagai paguyuban Sayuk Rukun. Sayuk Rukun dapat disimpulkan sebagai nilai kebersamaan yang menjadi semangat/kekuatan utama dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Paguyuban ini terdiri dari perempuan yang berusia mulai dari 40 tahun hingga 80 tahun. Bagi wisatawan, keberadaan buruh gendong menjadi daya tarik tersendiri karena tidak semua pasar tradisional memiliki profesi serupa.

Alt image : Aktivitas mbok gendong menunggu barang bawaan di Pasar Beringharjo

Aktivitas Buruh Gendong

Buruh gendong di Pasar Beringharjo biasanya mengandalkan kain panjang atau jarik sebagai alat bantu utama. Kain ini dilipat dan diikat sedemikian rupa, lalu disandarkan di punggung untuk menopang berbagai angkutan barang belanjaan, mulai dari sayuran hingga hasil dagangan dalam jumlah besar. Buruh Gendong bekerja mengikuti jam operasional pasar mulai dari jam 08.00 hingga jam tutup pasar 16.00. Setiap Buruh Gendong sudah dibagi per-area yang terdiri dari: lantai Polowijo, lantai Sayuran, lantai Brambang, lantai Kerajinan, lantai Daging, dan lantai Batik. Buruh gendong tidak hanya membawa barang belanjaan para wisatawan, namun beberapa toko/kios yang ada di Pasar Beringharjo menggunakan jasa Buruh Gendong untuk membawakan barang jualan dalam jumlah yang besar.

Dalam menjalankan pekerjaannya, buruh gendong membawa barang dengan berat yang beragam, tergantung kebutuhan pelanggan. Mulai dari barang bawaan yang ringan seperti pakaian, hingga berbagi barang dengan berat total 50kg sampai 60kg. Rata-rata pendapatan Buruh Gendong tidak lebih dari Rp 100.000. Untuk upah membawa sayuran kurang lebih ditaksir Rp 3.000 karena tergolong ringan. Jika membawa barang untuk toko, dihitung dari berapa kali mengangkat. Dari berat 50kg sampai 60kg dengan 5x angkat, buruh gendong mendapatkan upah Rp 50.000. Tidak menutup kemungkinan para Buruh Gendong mendapatkan upah tambahan atau bonus dari para wisatawan maupun pembeli yang sudah langganan.

Kemudahan Akses dari Malyabhara Hotel Ke Pasar Beringharjo

Setelah mengunjungi Pasar Beringharjo, pengalaman berkunjung ke kawasan Malioboro terasa lebih dari sekadar berbelanja. Terdapat buruh gendong yang membedakan pasar tradisional di Yogyakarta dengan pasar tradisional lainnya. 

Untuk memudahkan mobilitas selama berada di Yogyakarta, memilih hotel yang strategis menjadi hal yang penting. Malyabhara Hotel dapat menjadi pilihan yang tepat. Malyabhara hotel berlokasi di Jalan Malioboro, sehingga pengunjung dapat menuju Pasar Beringharjo hanya dengan berjalan kaki 10 menit atau sekitar 1,5km saja.

Dengan akses yang dekat ke kawasan wisata, Stasiun Tugu Yogyakarta dan pusat aktivitas, menginap di Malyabhara Hotel dapat membantu membuat perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman dan mudah. Untuk pemesanan Malyabhara Hotel dapat melalui Instagram @malyabharahotel, Tiktok @malyabhara.hotel dan informasi pemesanan melalui website www.malyabharahotel.com 

Share the post:

OTHER WHATS NEW

Saksikan kemeriahan Upacara Garebeg di Yogyakarta, tradisi Keraton yang digelar tiga kali setahun. Simak makna, prosesi, ...
Temukan 4 rekomendasi bakmi Jawa enak dekat Malioboro yang cocok untuk kuliner malam. Mulai dari Bakmi ...